KETIKA SEORANG ANAK MEMAKSAKAN DIRI UNTUK BERPUASA

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah ditanya tentang SEORANG ANAK MEMAKSAKAN DIRI UNTUK BERPUASA

Soal: Anakku yang masih kecil tetap berpuasa ramadhan meskipun puasa bisa membahayakannya, karena usianya yang masih kecil dan ia kurang sehat. Apakah aku boleh menegasinya agar ia berbuka?


Beliau menjawab: “Apabila ia masih kecil belum mencapai usia baligh maka ia tidak harus berpuasa, namun jika sanggup berpuasa tanpa keberatan maka hendaknya ia diperintah agar berpuasa. Dahulu para sahabat memerintahkan anak-anak mereka untuk berpuasa, sampai sebagian dari anak kecil tersebut menangis (karena lapar) maka mereka memberinya mainan untuk menghiburnya. Akan tetapi jika jelas bahwa puasa membahayakannya maka ia (harus) dilarang melakukan puasa. Bila Allah melarang kita untuk memberikan kepada anak kecil (yang belum baligh,pen) harta mereka karena takut terjadi kerusakan terhadap harta tersebut, maka sesungguhnya rasa takut terjadinya mudharat (dampak buruk/kerusakan) pada badan lebih-lebih lagi untuk melarang mereka darinya,
Akan tetapi pelarangan dilakukan bukan dengan cara kekerasan, karena hal itu tidak pantas dilakukan di dalam bermuamalah terhadap anak-anak ketika mentarbiyah (mendidik) mereka”


(Sumber: Majmu' Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin (19/83), http://kitabpdf.warisansalaf.com/download/silsilah-53-fatwa-tentang-puasa-bahasa-indonesia/)

Komentar

Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka