Guru Honorer Apresiasi Kebijakan PPPK

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/03/guru-honorer-apresiasi-kebijakan-pppk

Banyuasin, Kemendikbud — Para guru honorer mengapresiasi kebijakan Pemerintah untuk mengangkat mereka menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini mengemuka saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berdialog dengan para guru dan tenaga kependidikan di sela-sela kegiatan Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan, di Graha Sedulang Setudung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (27/2/2019).

“Bapak dan Ibu guru, alhamdulillah, Pemerintah saat ini punya kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk para guru honorer yang belum diangkat. Siapa Bapak dan Ibu yang sudah mengajar lebih dari 15?," tanya Mendikbud ketika memulai diskusi.

Dengan cepat Yustina, guru SMA Puspita Kabupaten Banyuasin mengangkatkan tangannya. Selanjutnya Mendikbud mengundang guru tersebut untuk naik ke panggung. “Pak Menteri saya sudah mengajar selama 32 tahun. Namun sempat berhenti di tahun 1997 karena dapat pekerjaan ke Taiwan, tetapi tidak terlalu lama, dan kembali lagi ke Palembang untuk mengajar,” jelas Yustina.

“Walaupun begitu Pak Menteri, saya berterima kasih kepada Pemerintah karena saya sudah impassing dan mendapatkan tunjangan sebesar Rp2.750.000. Selain itu, kami mengapresiasi Pemerintah yang mengeluarkan kebijakan pengangkatan guru honorer dengan PPPK,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Mendikbud mengakui bahwa persoalan guru honorer harus dituntaskan, tetapi secara bertahap. “Ini memang harus diselesaikan. Dengan jumlah guru honorer yang cukup banyak, penyelesainya akan kami lakukan secara bertahap, dengan pengangkatan melalui tes jalur PPPK bagi yang usianya melebih ketentuan penerimaan ASN. Kami sangat memahami harapan dan keinginan Bapak dan Ibu guru honorer yang sudah lama mengabdi. Insya Allah secara bertahap bisa diselesaikan,” ujar Mendikbud.

Kunjungan kerja Mendikbud di Kabupaten Banyuasin dalam rangka menghadiri Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan, antara lain, diisi dengan acara jalan sehat bersama masyarakat. Keceriaan selalu mewarnai aktivitas Mendikbud dalam kunjungan kerja ini, khususnya saat menjumpai para guru dan siswa. Kali ini Mendikbud menghibur guru dan siswa dengan menyanyikan lagu dangdut Kereta Malam yang cukup populer di masyarakat.

Lagu ini dinyanyikan Mendikbud usai acara jalan sehat bersama 3000-an peserta, yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan, siswa, orang tua siswa, dan para pegiat pendidikan lainnya, di Kabupaten Banyuasin.

Lagu tersebut dinyanyikan Mendikbud atas permintaan para guru yang hadir dalam acara tersebut. Tanpa segan Mendikbud pun mengabulkannya, dan bernyanyi serta berjoged bersama para guru dan tenaga kependidikan, siswa, orang tua siswa, dan para pegiat pendidikan lainnya yang hadir.

“Bapak dan Ibu pasti lelah setelah jalan sehat pagi ini. Mari kita joged bersama, saya nyanyikan lagu Kereta Malam,” sapa Mendikbud dengan senyum cerianya.

Usai menyampaikan ajakan tersebut, para peserta yang hadir pun bersorak gembira, dan meliukkan badan, bergoyang dengan riang gembira. “Jug gejak gejuk gejak gejuk kereta berangkat, jug gejak gejuk gejak gejuk hatiku gembira,” Mendikbud menyanyikannya, diikuti para peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Banyuasin, 28 Februari 2019
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sumber : Siaran Pers BKLM, Nomor: 070/Sipres/A5.3/HM/II/2019

Penulis : pengelola web kemdikbud

(sumber:https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/03/guru-honorer-apresiasi-kebijakan-pppk)

Komentar

Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka